Fakta Perbedaan Universitas di Indonesia Dengan Di Luar

Ketika saya kembali ke rumah selama liburan, saya menerima banyak pertanyaan yang terdengar sangat mirip dengan judul artikel ini. Sejujurnya, sebelum tiba di Brisbane, saya benar-benar tidak tahu apa yang diharapkan. Saya mengantisipasi pendidikan akan berbeda dari Universitas Indonesia (UI) tetapi tidak benar-benar memiliki gambaran dalam pikiran saya. Setibanya di sana, saya segera menyadari bahwa ada banyak perbedaan yang melibatkan lebih dari sekedar bisa memakai sandal untuk kuliah. Ini adalah upaya saya untuk berbagi beberapa pengalaman saya tentang studi sarjana di UI dan University of Queensland (UQ) dan memberi Anda sedikit gambaran tentang apa yang membuat belajar di luar negeri berbeda.

Fakta Perbedaan Universitas di Indonesia Dengan Di Luar

Akademik

Ketika saya memulai studi saya di UQ, saya terkejut melihat betapa tingginya kualitas tugas yang dibutuhkan. Tugas setengah hati tidak lagi cukup atau nilai saya akan sangat buruk. Tugas membutuhkan lebih banyak usaha. Tugas-tugas tersebut benar-benar memupuk pemikiran kritis dan tingkat bahasa Inggris yang dibutuhkan juga tinggi. Dulu saya berpikir bahwa saya memiliki kemampuan menulis bahasa Inggris yang baik atau setidaknya lebih baik dari rata-rata. Setelah bergabung dengan UQ, saya menyadari bahwa saya sepenuhnya salah. Makalah penelitian saya dibantai tanpa ampun, bahkan setelah saya menghabiskan begitu banyak hari untuk mengeditnya. Jelas bahwa saya harus lebih berusaha dalam studi saya. Namun, meskipun penilaiannya ketat, staf pengajar selalu membuat kriteria penilaian mereka sangat jelas untuk diikuti siswa.

Saya bisa menyelesaikan 7-8 mata kuliah setiap semester di UI. Sebaliknya, di UQ, saya hanya bisa melakukan maksimal 4 mata kuliah per semester. Memang, kedengarannya lebih mudah dan saya memiliki lebih banyak hari libur. Meskipun demikian, beban kerja tidak semudah yang diharapkan. Konten dalam setiap perkuliahan di UQ lebih dikemas. Pelajaran yang kami pelajari di UI dalam setahun bisa diajarkan hanya dalam satu semester di UQ. Dulu saya merasa baik-baik saja ketika saya melewatkan kelas di UI. Di UQ, saya selalu harus mengejar ketinggalan dengan mendengarkan rekaman kuliah setiap kali saya ketinggalan kelas.

Fasilitas

Perbedaan terbesar berikutnya adalah fasilitas. Di UQ, kami memiliki perpustakaan 24 jam yang juga saya sebut rumah kedua saya. Di UI, saya jarang belajar di perpustakaan. Sebagai perbandingan, gere di Brisbane, saya tidak bisa fokus saat belajar di rumah. Fasilitas perpustakaan (Wi-Fi berkecepatan tinggi, kursi yang nyaman, AC, vending machine, dll) sangat mendukung siswa. Selain itu, penggunaan “papan tulis” (situs online tempat dosen meletakkan materi kuliah dan instruksi tugas) sangat membantu pembelajaran kami. Kami selalu dapat menemukan PowerPoint kuliah, merekam atau bahkan mengerjakan soal latihan untuk ujian di situs web. Memang, UI memiliki situs web serupa. Sayangnya, menurut saya, hanya satu mata kuliah psikologi yang benar-benar memaksimalkan penggunaan website.

Pengalaman non-akademik

Mengumpulkan pengalaman non-akademik juga merupakan salah satu alasan untuk pergi ke universitas yang bagus. Di UI, saya biasanya bergabung dengan organisasi atau panitia acara. Di sini, di UQ, Anda juga dapat melakukan hal yang sama atau bahkan lebih. Hampir semua siswa lokal akan memiliki pekerjaan paruh waktu. Kami juga didorong untuk melakukan kegiatan sukarela, biasanya dengan organisasi nirlaba.

Saya telah melakukan pekerjaan sukarela untuk berbagai organisasi dan bekerja dengan klien penyandang cacat, anak-anak kecil dan bahkan pengungsi. Saya pikir peluang ini akan sulit ditemukan jika saya hanya belajar di Indonesia. Lebih jauh lagi, pengalaman-pengalaman ini juga meningkatkan keterpaparan dan persahabatan multikultural saya. Saya bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang dan negara melalui kegiatan sukarela dan berteman dengan berbagai tipe orang. Saya bahkan memiliki kesempatan untuk berteman dengan seseorang dari negara yang tidak pernah saya ketahui keberadaannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *